"Try Out pertamaku di Sainsin dan bertahan untuk terus mengerjakan TO sampai h-1 UTBK. Aku tidak mengikuti les persiapan UTBK, semuanya Aku lakukan mandiri, tentunya juga dengan bantuan Try Out dari Sainsin dan pembahasan yang mudah dipahami. Semakin mendekati waktu UTBK, tingkat kesulitan TO di Sainsin terus meningkat, sehingga hal ini mendorong diriku untuk terus meningkatkan kemampuan agar semakin siap menghadapi UTBK. Aku mulai belajar intensif selama kurang lebih 1 bulan setelah SNBP, karena aku mendapatkan si merah. nangis? pasti, kecewa? pasti. Tapi itu semua bagian dari proses, gagal bukan berarti selesai. Jika tidak mengalami kagagalan, apakah aku akan sebersyukur ini bisa berada di atas doa-doaku? dari kegagalan ini, aku jadi mengerti apa itu usaha. Banyak hal yang aku relakan, misalnya, waktu main, jam tidur yang berantakan, wajah yang break out, dan mental yang terombang ambing. Tetapi, semuanya terbayarkan. Ya, aku lolos pil 1 soshum yang masuk dalam 5 prodi terketat di Universitas Jenderal Soedirman. Aku ucapkan terima kasih untuk Sainsin yang menemani diriku berproses, Try Out yang diberikan sangat membantu. Dari pembahasan Try Out yang diberikan, aku bisa melakukan evaluasi terhadap kemampuanku, dimana aku harus memperbaiki, sehingga kedepannya aku bisa meminimalisir kesalahan tersebut. Selain itu, soal-soal TO yang diberikan membuat kita menjadi terbiasa, yang mana ketika mengerjakan UTBK, kita tidak kaget melihat soal-soal tersebut, karena sebelumnya sudah melakukan latihan dengan mengerjakan TO. Pesanku hanya satu, lakukan semuanya semaksimal mungkin, kerahkan semua usaha terbaikmu, libatkan Tuhan dalam setiap langkahmu, dan yakin hasil apapun itu adalah yang terbaik. Tentunya juga minta dukungan dari orang-orang terdekatmu. Dan yang terakhir, percaya diri, tetapi tetap rendah hati."